NURLAILI AZIZAH

Certamen Ergo Sum

DINAMIKA DAN KOMPLEKSITAS INTERNAL YUNANI

20 March 2014 - dalam MBP Eropa Oleh nurlaili-azizah-fisip11

Bukti pertama kehidupan manusia di Yunani ditemukan pada periode Palaeolithic antara 12000-10000 SM. Namun, tidak sampai periode Neolitik sekitar 7000-3000 SM, peradaban Yunani telah tumbuh dan berkembang. Pusat-pusat perkotaan pertama kali muncul selama Zaman Perunggu (3000-1100 SM) dan buktinya telah ditemukan dalam Yunani modern, misalnya di beberapa North Eastern Aegean island, Cycladic island, Crete dan daratan Yunani (In2greece.com, t.t.). Selama periode Minoan di Crete (milenium ke-2 SM), script pertama kali diciptakan sehingga terjadi komunikasi terbuka antara Minoa dan orang-orang dari negara-negara Mediterania Timur. Pertukaran budaya dan ide-ide pun terjadi dan tidak hanya menjadi bagian dari budaya Minoan, namun kemudian menyebar dan mempengaruhi budaya, agama dan pemerintah di seluruh Aegean islands dan daratan Yunani. Pada periode ini, Crete menjadi eksportir utama perhiasan, kerajinan, minyak dan anggur serta importir makanan dan bahan mentah. Crete juga mengembangkan mercentile navy yang pertama (in2greece.com, t.t.).

 

Perang Peloponnesia pada 404 SM abad ke-4 SM melihat perkembangan Makedonia sebagai kekuatan baru di dunia. Saat itu Yunani telah kehilangan dominasinya. Philip II, raja Makedonia, dan putranya, Alexander, memainkan peran prominen. Setelah pembunuhan Philip pada 336 SM yang terjadi selama ekspedisi untuk membebaskan negara Yunani di Asia Kecil dari Persia, terdapat kerusuhan antara Yunani dan Makedonia di Thebes (in2greece.com, t.t.). Alexander menaklukkan Thebes sehingga Yunani dan Makedonia bergabung lagi di bawah kepemimpinan Alexander, yang kemudian menaklukkan Persia, Mesir, dan daerah sejauh Sungai Indus. Setelah kematian Alexander, kekaisaran yang luas dibagi diantara jenderal dan warisan Alexander adalah keseragaman ekonomi dan kultural yang membentang dari Selat Gibraltar hingga Sungai Indus. Pada periode Helenistik (abab 3 -1 SM) negara-kota Yunani telah kehilangan power dan prestise mereka meskipun mereka tetap memiliki pemerintahan sendiri dan independen satu sama lain (in2greece.com, t.t.).

 

Abad 146 SM, Yunani ditaklukkan oleh Romawi dan negara terabsorbsi ke dalam pengembangan kerajaan Romawi. Pendudukan ini tidak sepenuhnya negatif sebagaimana kebudayaan Yunani yang sangat dikagumi oleh para kaisar Romawi dan terdapat rasa hormat dan kekaguman bagi kota-kota Yunani, terutama Athena. Santo Paulus dalam abad pertama SM berperan dalam menyebarkan agama Kristen di seluruh Yunani. Pada abad ke-4 Masehi, Raja Konstantinus Agung memutuskan untuk memindahkan ibukota kekaisaran dari Roma ke Konstantinopel. Hal ini mengindikasikan adanya pergeseran fokus ke timur oleh Kekaisaran yang sekaligus menandai awal periode Byzantium di Yunani (in2greece.com, t.t.).

 

Selama seribu tahun Kekaisaran Byzantium menjadi salah satu kekuatan militer, ekonomi dan budaya yang paling kuat dan berpengaruh di seluruh Eropa. Namun kekaisaran ini akhirnya jatuh pada tahun 1204 ketika Konstantinopel direbut oleh Tentara Salib dari Barat dan hasil rampasan dibagi antara pemenang (in2greece.com, t.t.). Bagian dari Yunani itu diberikan kepada para pemimpin Barat sementara daerah pesisir strategis telah diambil alih oleh perdagangan Venesia. Restorasi Kekaisaran Byzantium dilakukan pada tahun 1262, namun  kehancuran total malah terjadi pada tahun 1453. Periode ini dalam sejarah Yunani dilihat sebagai absorbsi ke dalam Kekaisaran Ottoman, yang dimulai dengan penrebutan Konstantinopel pada tahun 1453, diikuti oleh perebutan Athena pada 1456 dan pada dekade 1460-1470, selanjtnya Akhaya, Morea, Euboea dan Mistra pun berhasil ditaklukkan. Crete merupakan wilayah terakhir dari Yunani jatuh di bawah kekuasaan Utsmani pada 1669 (in2greece.com, t.t.).

 

Kekaisaran Ottoman berkuasa di Yunani selama empat ratus tahun, namun kekaisaran ini tidak bertahan sampai Perang Kemerdekaan Yunani (1821-1829) sehingga pada akhirnya Ottoman pun didepak. Setelah konflik panjang dan berdarah, pada tahun 1830 sebuah kerajaan Yunani independen berhasil dibentuk yang akhirnya disahkan oleh Perjanjian Konstantinopel pada bulan Juli 1832 (in2greece.com, t.t.). Langkah akhir untuk mencapai kemerdekaan dimulai pada 1898 dan berlanjut sampai 1913 ketika Crete bersatu dengan Yunani. Dodecanese merupakan kelompok kepulauan yang bergabung dengan Yunani pada tahun 1948 (in2greece.com, t.t.). Pada tahun 1952, Yunani masuk menjadi anggota NATO. Pada 21 April 1967 terjadi kudeta yang dipimpin oleh kolonel dari militer Yunani dan keadaan ini berlanjut sampai bulan Juli 1974 ketika referendum menyebabkan penolakan terhadap monarki konstitusional, dimana hal ini merupakan basis demokrasi parlementer Presiden yang ada saat ini. Sejak 1981 Yunani telah menjadi anggota Uni Eropa (in2greece.com, t.t.).

 

Pemerintah AS mengestimasi populasi Yunani pada Juli 2012 adalah sebanyak 10.767.827, mengalami penurunan yang sebelumnya sebanyak 10.964.020 pada tahun 2001. Periode terbesar pertumbuhan populasi Yunani terjadi antara tahun 1971 hingga 1981 (World Population Review, t.t.). Krisis Zona Euro agaknya turut mempengaruhi jumlah penduduk Yunani, karena mereduksi jumlah imigran yang ingin mendiami Yunani. Negara ini kerap dipandang sebagai surganya imigran, namun hal ini tidak terbukti ketika sensus 2001 menunjukkan sebanyak 93% penduduk Yunani adalah pribumi. Sebanyak 19% penduduk Yunani pada tahun 2012 berusia 65 tahun bahkan lebih dan angka ini diprediksi meningkat menjadi 23% pada tahun 2025 dan 30% pada tahun 2050. Hasil statistik ini dinilai mengkhawatirkan dan mengarahkan pada penurunan lebih lanjut terhadap populasi keseluruhan 1981 (World Population Review, t.t.).

 

Yunani memiliki nama resmi konvensional, yakni Hellenic Republic (Ellinki Democratia) dan beribukota di Athena. Sejak ditandatanganinya konstitusi Yunani di tahun 1975, pasca junta militer tahun 1967-1975 dan hasil referendum yang menolak monarki, sistem demokrasi yang dibangun Yunani adalah republik parlementer dengan Presiden sebagai kepala negara yang ditunjuk oleh legislatif (greeka.com, t.t.). Kepala Pemerintahan dan Perdana Menteri Yunani saat ini adalah Antonis Samaras, sementara Presiden Republik Hellenik adalah Karolus Papoulias. Presiden dipilih parlemen dengan masa jabatan lima tahun dan bisa diperpanjang lima tahun. Presiden memiliki otoritas menunjuk Perdana Menteri, sementara Kabinet diangkat oleh Presiden berdasarkan rekomendasi Perdana Menteri. Yunani menganut sistem bikameral, yakni legislatif dan yudisial (greeka.com, t.t.). Kekuasaan legislatif dipegang oleh parlemen yang disebut Vouli ton Ellinon. Parlemen memiliki 300 kursi dan anggotanya dipilih empat tahun sekali melalui pemilu. Kekuasaan yudisial memiliki regulasi sebagai berikut, Supreme Judicial Court dan Special Supreme Tribunal dibentuk oleh hakim dengan hakim seumur hidup yang ditunjuk oleh Presiden setelah berkonsultasi dengan Dewan Peradilan. Sistem hukum didasarkan pada hukum Romawi yang dikodifikasikan dan peradilan dibagi menjadi pengadilan perdata, pidana dan administrasi (greeka.com, t.t.). Tensi politik yang tengah mendapat perhatian Yunani adalah mengenai sengketanya dengan Turki dalam memperebutkan wilayah dan supremasi di Siprus.

 

Yunani didominasi oleh dua partai besar, yakni New Democracy (ND) yang berhaluan liberal konservatif dan Panhellenic Socialist Movement (PASOK) yang berhaluan sosial demokratis. Terdapat pula partai lain, misalnya Communist Party of Greece (KKE), Coalition of the Radical Left (SYRIZA), dan Popular Orthodox Rally (LAOS). Menyangkut kebijakan luar negeri, Yunani berupaya menjaga hubungan dengan AS dan Uni Eropa. Yunani menjadi mitra penting AS dalam mempromosikan stabilitas dan pembangunan ekonomi Balkan. Selain itu Yunani merupakan pendukung dalam hal diversifikasi pasokan energi Eropa (U.S Department of State, 2013). Yunani juga berkontribusi dalam operasi NATO di Afghanistan dan Kosovo, serta melakukan upaya counterterrorism dan counter piracy. Selain tergabung dalam PBB dan NATO, Yunani juga merupakan anggota Euro-Atlantic Partnership Council, Organization for Security and Cooperation in Europe, Organization for Economic Cooperation and Development, IMF, World Bank, dan WTO (U.S Department of State, 2013). Yunani berkomitmen agar terus menjadi anggota Uni Eropa karena Uni Eropa dianggap membawa keuntungan, hal ini didukung pula dengan kesepakatan rakyat Yunani untuk tetap berintegrasi dengan Uni Eropa.

 

Yunani berupaya mengimplementasikan kembali nilai-nilai budaya politik yang berbasis civil culture yang mengedepankan demokrasi, kebebasan pers, demonstrasi, dan mengijinkan adanya karikatur atau graffiti yang berbau sarkas dan satir. Namun kebiasaan kurang baik yang dimiliki negara ini adalah kebiasaan member fakelaki (amplop kecil) dalam setiap urusan. Hal ini menunjukkan maraknya korupsi dan suap di negara ini. Krisis ekonomi yang tengah dihadapi Yunani sejak tahun 2008 membuat Yunani terlihat seperti menjadi “parasit” bagi perkembangan Uni Eropa, karena krisis ini berdampak pula bagi negara-negara Uni Eropa lainnya. Pada bulan Juli 2011, Uni Eropa menyiapkan paket pinjaman kepada Yunani serta meningkatkan peran investor swasta dalam restrukturisasi utang. Namun upaya ini belum menunjukkan perkembangan signifikan karena masih rendahnya tingkat kepercayaan pasar keuangan global (BBC, 2013). Yunani merupakan negara dengan tingkat korupsi tertinggi di dunia dalam sektor publik yang berimplikasi kepada semakin kritisnya kondisi ekonomi negara ini.

 

Berdasarkan pemaparan di atas, kondisi Yunani kini tengah berada pada fase mengkhawatirkan. Maraknya korupsi dan suap yang diperparah dengan tingginya utang luar negeri telah berimbas negatif pada perekonomian negara ini dan menurunkan kredibilitas Yunani di hadapan negara lain. Penulis memandang Yunani sebagai “parasit” bagi Uni Eropa, namun organisasi regional ini enggan melepaskan keanggotaan Yunani. Yunani juga memiliki kehendak serupa karena Uni Eropa masih menjadi lahan yang menguntungkan  bagi Yunani. Dependensi Yunani terhadap negara lain dalam hal penyelesaian utang juga masih tinggi. Jika Yunani ingin lepas dari krisis yang melilitnya, ia harus siap untuk merestrukturisasi dan merevitalisasi kondisi internalnya yang sarat korupsi dan suap.

 

Referensi

BBC, 2011. “Uni Eropa Lanjutkan Bahas Krisis Yunani” [online]. dalam http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/07/110721_eurozoneleaders.shtml [diakses 14 November 2013]

Greeka.com, t.t. “Greek Politics” [online]. dalam http://www.greeka.com/greece-politics.htm [diakses 14 November 2013]

In2greece.com, t.t. “History of Greece” [online]. dalam http://www.in2greece.com/english/historymyth/ancient_hist_and_myth.htm [diakses 14 November 2013]

U.S Department of State, 2013. “US Relations with Greece” [online]. dalam http://www.state.gov/r/pa/ei/bgn/3395.htm [diakses 14 November 2013]

World Population Review, t.t. “Greece Population 2013” [online]. dalam http://www.worldpopulationreview.com/greece-population-2013/ [diakses 14 November 2013] 




Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

the world today

reach me through

Quote!

The Holy Quran

Pengunjung

    274.076