NURLAILI AZIZAH

Certamen Ergo Sum

Oxfam: Musuh Kemiskinan dan Ketidakadilan

13 March 2014 - dalam Organisasi Internasional Oleh nurlaili-azizah-fisip11

Oleh: Nurlaili Aziah - 071112001

Oxfam Internasional (OI) dibentuk pada tahun 1995 oleh sekelompok organisasi independen nonpemerintah yang bertujuan untuk bekerja bersama memerangi kemiskinan dan ketidakadilan. Nama “Oxfam” berasal dari Oxford Committee for Famine Relief yang didirikan di Inggris pada tahun 1942. Di tengah Perang Dunia II, Komite ini awalnya melobi pemerintah agar merelaksasi blokade Sekutu yang menduduki Eropa, dan untuk menjamin pasokan bantuan bagi warga sipil khususnya di Belgia dan Yunani (Oxfam International, n.d). Dalam menjalankan fungsinya, OI mengimplementasikan program pengembangan jangka panjang dalam komunitas-komunitas yang rentan. Oxfam juga menjadi bagian global movement dan kampanye bersama, misalnya dalam rangka mengakhiri regulasi perdagangan yang tidak adil, menuntut pelayanan kesehatan dan pendidikan yang lebih baik untuk semua kalangan, dan memerangi perubahan iklim (Oxfam International, n.d). Hingga kini, anggota konfederasi OI telah mencapai 17 anggota. Ketujuhbelas anggota berbasis di Australia, Belgia, Kanada, Perancis, Jerman, Inggris, Hong Kong, Irlandia, India, Italia, Jepang, Meksiko, Belanda, New Zealand, Quebec, Spanyol, dan AS (Oxfam International, n.d). Oxfam memiliki visi mewujudkan dunia yang adil tanpa kemiskinan, yang mana setiap orang bisa mempengaruhi decision-maker yang berpengaruh terhadap kehidupan mereka, menikmati hak-hak mereka, dan memikul tanggung jawab sebagai warga negara dunia dimana semua manusia dihargai dan diperlakukan sama.

Oxfam bekerja dengan ribuan organisasi lokal untuk memperjuangkan HAM bagi orang-orang yang hidup dalam kemiskinan dan menegaskan bahwa orang-orang tersebut merupakan warga yang berhak untuk mendapat kehidupan yang layak. Aktivitas yang dilakukan antara lain development, emergencies, campaigning, advocacy, policy research, dan multidimensional approach. Development dilakukan melalui kerjasama dengan mitra dan komunitas untuk mengembangkan program jangka panjang demi memerangi kemiskinan dan ketidakadilan (Oxfam International, n.d). Emergencies bermakna penyelamatan nyawa secara langsung bagi mereka yang tertimpa bencana alam atau konflik, dan membantu membangun ketahanan terhadap bencana yang mungkin terjadi di masa mendatang. Campaigning dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyebab kemiskinan dan mendorong masyarakat untuk mengambil langkah nyata terhadap tindakan ketidakadilan. Advocacy dilakukan dengan menekan para decision-maker untuk mengubah kebijakan dan praktik yang mendukung adanya ketidakadilan maupun kemiskinan. Policy research dilakukan untuk menyajikan bukti dan data mengenai kemiskinan dan ketidakadilan. Multidimensional approach juga diimplementasikan untuk mengatasi faktor determinan kemiskinan dan pengaruhnya terhadap masyarakat (Oxfam International, n.d).

Oxfam bergerak pada sektor akar rumput dengan mendekati mereka secara langsung. Identifikasi pemangku kepentingan dilakukan dengan cara mengunjungi masyarakat. Upaya ini dipandang Oxfam dapat membantunya untuk menemui para pimpinan kunci, mengidentifikasi aktor lain, dan mulai menjalin relasi kerja dengan para pemimpin tersebut (MPBI, 2012). Oxfam biasanya memberi perhatian pada sektor-sektor yang tidak disentuh atau kurang dilihat oleh negara. Oxfam tidak bekerja terus-menerus dalam suatu negara. Aktivitasnya dalam suatu negara akan berhenti ketika negara tersebut sudah aware dengan keadaan masyarakat yang sebelumnya terabaikan. Oxfam juga terbuka dengan organisasi internasional atau nonpemerintah yang lain. Ketika organisasi tersebut memiliki nilai dan pendekatan yang sama dengan Oxfam dalam bekerjasama dengan masyarakat, maka Oxfam juga tidak akan segan untuk mempertimbangkan mereka sebagai mitra dalam upaya memerangi kemiskinan dan ketidakadilan (MPBI, 2012). Kerjasama dengan mitra ini dapat membantu Oxfam dalam menghimpun sumber daya material maupun finansial, serta membantu masyarakat menjalankan rencana aksi memerangi kemiskinan.

Oxfam berkomitmen untuk menjadi organisasi yang terbuka, transparan, dan akuntabel terhadap donor, mitra, dan pihak-pihak yang diuntungkan.  Oleh sebab itu, Oxfam selalu mempublikasikan setiap informasi yang terkait dengan proyek bantuan internasionalnya, misalnya project title, deskripsi singkat mengenai proyek, waktu dimulai dan berakhirnya proyek, dampak aktivitas Oxfam bagi negara, tujuan strategisnya, pendanaan, dan sebagainya (Oxfam International, n.d). Organisasi nonpemerintah kerap dipertanyakan legitimasinya untuk menyuarakan isu yang dibawanya, misalnya kemiskinan. Untuk menyuarakan kemiskinan, otoritas Oxfam berdasar pada: 1) pengalaman yang luas dan mendalam; 2) pengalaman bekerja di negara-negara berkembang selama lebih dari 60 tahun; 3) bekerjasama dengan lebih dari 1.000 mitra di lebih dari 70 negara; 4) melibatkan pihak lokal yang memahami isu di wilayahnya yang membuat masyarakat setempat terjerat dalam kemiskinan; 5) penghormatan dari masyarakat internasional, pemerintah utara dan selatan, organisasi mitra, sekutu, dan agensi lainnya terkait pembangunan dan pengembangan kemanusiaan yang dilakukan Oxfam; 6) dukungan lebih dari 400.000 masyarakat Inggris terhadap aktivitas Oxfam melalui sumbangan bulanan; dan 7) tidak berafiliasinya Oxfam dengan pemerintahan apapun (Oxfam International, n.d). Oxfam menggunakan powernya dalam melakukan advokasi untuk memastikan bahwa pemerintah dan organisasi internasional memahami kebutuhan orang-orang miskin, dan berupaya untuk meningkatkan kehidupan mereka.

Oxfam memiliki Council of Trustees yang bertindak sebagai governing body dari Association of Oxfam. Council ini bertanggungjawab dalam hukum mengenai charity, aset, dan aktivitas Oxfam (Oxfam International, n.d). Dalam Oxfam International Strategic Plan 2013-19 dijelaskan bahwa jantung kerja Oxfam adalah teori perubahan yang melihat interaksi antara masyarakat yang aktif dan negara yang akuntabel sebagai aspek fundamental dalam pengembangan manusia. Dalam hal ini, Oxfam berfokus pada yang pertama, yakni membantu membangun kapasitas organisasional dari organisasi masyarakat miskin, dengan berfokus pada kepemimpinan perempuan dan sikap serta kepercayaan mengenai peran gender. Upaya ini dilakukan dengan menggandeng pemerintah, misalnya dengan membantu pelatihan terhadap pekerja pemerintahan lokal. Kontribusi Oxfam terletak pada space antara dua hal, yakni menjadi perantara bagi organisasi kemasyarakatan dengan badan-badan pemerintah –maupun sektor swasta– dan menciptakan zona yang aman bagi mereka untuk berdiskusi untuk mencari solusi atas masalah yang ada (Oxfam International, n.d).

Pendanaan Oxfam diperoleh dari sumbangan sukarela dari donor individu, yayasan, dan korporasi. Banyak donor yang menyumbang per bulan dan per tahun. Oxfam Amerika bahkan menjadi salah satu organisasi kemanusiaan yang tidak menerima dana dari pemerintahan AS demi mempertahankan independensinya (Oxfam America, n.d). Oxfam membuka toko amal yang menjual berbagai macam barang, baik barang baru maupun bekas yang didapat dari sumbangan sukarela. Toko Oxfam juga menjual barang-barang fair trade, misalnya buku, makanan, hal yang berbau musik, baju, mainan, dan barang lainnya yang berasal dari berbagai wilayah di dunia. Hingga kini, toko Oxfam telah mencapai 15.000 unit di seluruh dunia. Lebih dari 50% masyarakat Inggris juga memberi sumbangan berkala untuk Oxfam. Berdasarkan Oxfam International Strategic Plan 2013-19, alokasi pendanaan digunakan untuk tujuan saving lives (sekitar 35-40%), sustainable food systems dan fair sharing of natural resources (sekitar 30%). Sementara sisanya dialokasikan untuk mengadvokasi orang-orang yang memperjuangkan kehidupan yang lebih baik, meningkatkan keadilan gender, dan mendanai pengembangan dan pelayanan penting yang universal (Oxfam International, n.d).

Dalam upayanya menjadi organisasi akuntabel, Oxfam mempublikasikan informasi mengenai proses pengambilan kebijakan internal yang disetujui oleh Oxfam International Board. OI merupakan konfederasi afiliasi otonom. Board terdiri dari  dua perwakilan dari Chair dan Executive Director, namun setiap afiliasi memiliki metode seleksi sendiri untuk Chair. Affiliate Boards mengadopsi mekanisme akuntabilitas untuk memilih atau menyeleksi Boards mereka yang sesuai dengan konteks mereka. Dalam OI, “anggota” adalah afiliasi. Afiliasi memiliki hak untuk menempatkan item dalam agenda OI atau mengadakan pertemuan khusus Board (Oxfam International, n.d). Sebagai governing body, Oxfam International Board berperan dalam proses pengambilan keputusan dalam Oxfam, dimana keputusan diambil secara konsensus. Saat voting dibutuhkan, keputusan normal dapat diputuskan oleh mayoritas 75% dari afiliasi. Kendati memiliki tujuan mulia untuk mengatasi kemiskinan dan ketidakadilan, Oxfam juga menuai kritik, diantaranya karena kerjasamanya dengan sejumlah korporasi yang dinilai banyak pihak menjadikan Oxfam tidak independen lagi.

Dari pemaparan di atas, dapat diketahui bahwa Oxfam berkontribusi besar terhadap upaya memerangi kemiskinan dan ketidakadilan yang hingga kini masih melanda banyak orang di dunia. Oxfam meyakini bahwa tiap manusia diciptakan dengan memiliki hak yang sama, diantaranya untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan adil. Untuk mewujudkan tujuannya, Oxfam melakukan sejumlah aktivitas, diantaranya development, emergencies, campaigning, advocacy, policy research, dan multidimensional approach. Oxfam bergerak di ranah grassroots dan mendampingi mereka yang tidak dipedulikan pemerintah untuk menyuarakan haknya mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Ketika negara telah sadar akan kondisi masyarakatnya yang sempat terabaikan, maka aktivitas Oxfam di negara tersebut pun akan berhenti. Oxfam menggandeng mitra lokal dan pemerintah dalam melakukan aksinya, namun keputusannya untuk menggandeng korporasi agaknya kurang tepat, mengingat korporasi memiliki sejumlah kepentingan yang berkutat pada maksimalisasi keuntungan yang sejatinya bertentangan dengan nilai dan prinsip Oxfam.

 

Referensi

MPBI (2012) Analisis Kerentanan dan Kapasitas Partisipatif Oxfam [WWW] Available from: http://www.mpbi.org/files/pustaka/20120316-Analisis-Kerentanan-Kapasitas-Partisipatif-Oxfam.pdf [Accessed 22/12/13]

Oxfam America (n.d) Financial FAQs [WWW] Available from: http://www.oxfamamerica.org/whoweare/financial-information/faq [Accessed 22/12/13]

Oxfam International (n.d) History of Oxfam International [WWW] Available from: http://www.oxfam.org/en/about/history [Accessed 22/12/13]

__________________________ (n.d) Legitimacy [WWW] Available from: http://www.oxfam.org.uk/what-we-do/about-us/~/link.aspx?_id=E2283679CD8C4ADC88D862E733C7FECD&_z=z [Accessed 22/12/13]

__________________________ (n.d) Open information and aid transparency [WWW] Available from: http://policy-practice.oxfam.org.uk/our-work/methods-approaches/open-information#25a13148-d5b7-463e-ac88-341e3b93f543 [Accessed 22/12/13]

__________________________ (n.d) Oxfam International Board Accountability Policies [WWW] Available from: http://www.oxfam.org/en/about/accountability/board [Accessed 22/12/13]

__________________________ (n.d) Oxfam’s trustees [WWW] Available from: http://www.oxfam.org.uk/what-we-do/about-us/our-trustees [Accessed 22/12/13]

__________________________ (n.d) The Power of People Against Poverty | Oxfam Strategic Plan, 2013-2019 [WWW] Available from: http://www.oxfam.org.uk/what-we-do/about-us/~/media/1B2364537E0C4BED891F5DB7FDB8494E.ashx [Accessed 22/12/13]

__________________________ (n.d) What we do [WWW] Available from: http://www.oxfam.org/en/about/what [Accessed 22/12/13]

 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

the world today

reach me through

Quote!

The Holy Quran

Pengunjung

    284.124