NURLAILI AZIZAH

Certamen Ergo Sum

WTO SEBAGAI REGULATOR PERDAGANGAN DUNIA

13 March 2014 - dalam Organisasi Internasional Oleh nurlaili-azizah-fisip11

Oleh: Nurlaili Azizah (071112001)

Dalam berinteraksi dengan aktor lain, suatu aktor kerap melakukan perdagangan internasional sebagai salah satu manifestasi kepentingannya. Oleh sebab itu, perlu dibentuk sebuah organisasi internasional yang berfungsi menyediakan regulasi dan tata cara melakukan perdagangan yang selanjutnya bisa digunakan pegangan oleh aktor untuk melakukan perdagangan internasional. Organisasi internasional yang bergerak untuk meregulasi perdagangan internasional adalah WTO (World Trade Organization). WTO didirikan pada tanggal 1 Januari 1995, namun embrio sistem perdagangan internasional telah ada sejak tahun 1948, yakni GATT (General Agreement on Tariffs and Trade). Dari tahun 1948 hingga 1994, GATT telah memberi pondasi berupa aturan dan tata kelola bagi sirkulasi perdagangan internasional (World Trade Organization, n.d). Pembentukan GATT pada tahun 1948 memiliki tujuan untuk menegakkan sejumlah aturan mengenai perdagangan yang menginginkan adanya kebijakan ekonomi yang transparan  diantara aktor yang terlibat (Ford, 2002: 116). Prinsip MFN (Most Favored Nation) merupakan prinsip utama GATT yang memberlakukan adanya persamaan perlakuan diantara negara anggota.

Seiring perjalanan GATT, negara-negara berkembang merasa tidak diuntungkan karena mereka harus mengembangkan industri yang baru dibangunnya di bawah tariff walls. Mereka merespon hal ini dengan mengembangkan identitas kolektif sebagai protectionists (Ford, 2002: 123). Negara maju pun melihat negara berkembang sebagai outsiders dalam perdagangan. Sementara itu, negara berkembang berupaya untuk terlibat dalam struktur negosiasi perdagangan. Terdapat dikotomi antara negara maju dan berkembang, yang mencapai puncaknya pada Generalized System of Preference (GSP) tahun 1968. Amandemen pun dilakukan untuk memberi akses pasar bagi negara berkembang dalam proses industri, agrikultur, dan produk primer (Ford, 2002: 123).

Pada kenyataannya, amandemen tadi tidak berhasil menghapus rasa pilih kasih yang diterima negara berkembang. Negara berkembang tidak memiliki power lebih untuk menekan negara maju dalam hal akses pasar (Ford, 2002: 124). Negara berkembang pun menjadi tidak memiliki peran signifikan dalam GATT akibat dominasi negara maju. Meskipun GATT berhasil menurunkan tarif yang berimplikasi pada meningkatnya pertumbuhan perdagangan dunia sebesar 8% per tahun selama tahun 1950 dan 1960, namun hal itu tidak serta merta membuat GATT berjaya. GATT dinilai hanya berfokus pada sektor barang saja tanpa memperhatikan sektor jasa, padahal perdagangan dunia telah mengalami perkembangan yang cukup kompleks akibat globalisasi (World Trade Organization, n.d). Liberalisasi perdagangan agrikultur yang dianggap kurang berhasil dan struktur yang tidak menyediakan prosedur penyelesaian masalah menambah ketidakefektivan GATT.

GATT mengalami perkembangan melalui serangkaian putaran perundingan. GATT berubah menjadi WTO (World Trade Organization) melalui Uruguay Round yang berlangsung 1986 hingga 1994. Jika GATT menitikberatkan pada perdagangan barang, WTO dan perjanjian yang sekarang mencakup perdagangan jasa dan penemuan yang diperdagangkan, kreasi, serta desain (kekayaan intelektual) (World Trade Organization, n.d). WTO berdiri dengan berpijak pada asas non-discrimination, more open, predictable and transparent, more competitive, more beneficial for less developed countries, dan protect the environment. Terdapat beberapa fungsi yang diusung WTO, antara lain menggelar negosiasi perdagangan, menangani sengketa perdagangan, memantau kebijakan perdagangan nasional, memberi bantuan teknis dan pelatihan bagi negara berkembang, dan bekerjasama dengan organisasi internasional lainnya (World Trade Organization, n.d). Serangkaian asas dan fungsi di atas memberi nilai lebih pada WTO dibanding GATT, misalnya adanya pengaturan penyelesaian sengketa perdagangan yang sebelumnya tidak dimiliki GATT dan sejumlah benefit lainnya.

Semua anggota WTO telah berkomitmen untuk mematuhi sistem WTO sebagai hasil negosiasi dan keanggotaan tersebut berimplikasi pada keseimbangan hak dan kewajiban. Hal ini berarti bahwa mereka harus membuka kran perdagangan mereka seluas-luasnya dan mematuhi regulasi WTO sebagai bentuk komitmen. Namun di sisi lain negara-negara ini menerima imbalan berupa privilege (World Trade Organization, n.d). Keputusan dalam WTO umumnya diambil berdasarkan konsensus dari seluruh anggota. Tubuh institusi tertinggi dari WTO adalah The Ministerial Conference, yang bertemu kira-kira setiap dua tahun. Dewan Jenderal menjalankan bisnis organisasi dalam selang waktu Konferensi Menteri. Kedua badan ini terdiri dari semua anggota. Badan pendukung khusus (Dewan, Komite, Sub-komite), juga terdiri dari seluruh anggota, dimana badan-badan ini mengelola dan memonitor implementasi yang dilakukan anggota dalam berbagai perjanjian WTO (World Trade Organization, n.d). Mayoritas pendapatan untuk anggaran tahunan WTO berasal dari kontribusi anggota. Kontribusi yang diberikan sesuai dengan rumus yang didasarkan pada share mereka dalam perdagangan internasional. Dalam menyelesaikan sengketa perdagangan, WTO memiliki Dispute Settlement Understanding untuk menegakkan aturan dan memastikan bahwa sirkulasi perdagangan berjalan lancar. Selain itu, WTO juga memiliki Dispute Settlement Body dalam menyelesaikan sengketa yang terjadi diantara anggotanya (World Trade Organization, n.d).

Struktur organisasi WTO terdiri dari Ministerial Conference, General Council, Trade and Policy Review Body, Dispute Settlement Body, Councils on Trade in Goods and Tradde in Services, Secretariat and Director General, dan Committee on Trade and Development and Committee. The Ministerial Conference terdiri dari menteri perdagangan internasional dari semua negara anggota, dimana ia memiliki posisi sebagai governing body dari WTO yang bertanggung jawab untuk menetapkan arah strategis organisasi dan membuat semua keputusan akhir tentang perjanjian yang berada di bawah sayapnya. The Ministerial Conference memenuhi setidaknya sekali setiap dua tahun dengan mengambil keputusan berdasarkan konsensus (UNEP, n.d). General Council terdiri dari perwakilan senior dari semua anggota, yang bertanggung jawab untuk mengawasi bisnis sehari-hari dan pengelolaan WTO, dan berkantor di markas WTO di Jenewa (UNEP, n.d). General Council juga kadang melakukan pertemuan dengan berperan sebagai Trade Policy Review Body dan Dispute Settlement Body (World Trade Organization, n.d). Trade Policy Review Body terdiri dari semua anggota WTO, dan bertugas mengawasi Trade Policy Review Mechanism, produk dari Putaran Uruguay. Secara berkala badan ini meninjau praktek dan kebijakan perdagangan yang dilakukan semua negara anggota. Evaluasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan indikasi umum tentang bagaimana negara-negara menerapkan obligasi dan berkontribusi meningkatkan kepatuhan oleh pihak WTO terhadap obligasi mereka (UNEP, n.d).

Dispute Settlement Body juga terdiri dari semua anggota WTO, bertugas mengawasi pelaksanaan dan efektivitas proses penyelesaian sengketa untuk semua perjanjian WTO dan pelaksanaan keputusan menganai sengketa WTO. Perselisihan diperiksa dan diputus oleh panel penyelesaian sengketa -dipilih secara individual untuk setiap kasus- dan permanent Appellate Body yang didirikan pada tahun 1994. Penyelesaian sengketa bersifat wajib dan mengikat semua anggota. Keputusan akhir dari Appellate Body hanya dapat dibatalkan dengan konsensus penuh dari Dispute Settlement Body (UNEP, n.d). The Councils on Trade in Goods and Trade in Services beroperasi di bawah mandat General Council  dan terdiri dari semua anggota. Council ini memiliki mekanisme untuk mengawasi rincian perjanjian umum dan khusus tentang perdagangan barang dan jasa (UNEP, n.d). Sekretariat dan Direktur Jenderal WTO berada di Jenewa yang merupakan markas lama GATT. Sekretariat saat ini jumlahnya di bawah 550 orang, dan melakukan fungsi administratif menjalankan semua aspek organisasi. Sekretariat tidak memiliki decision-making powers yang legal, namun tetap memberi pertimbangan dan nasehat kepada para decision maker. Sekretariat dipimpin oleh Direktur Jenderal, yang dipilih oleh anggota (UNEP, n.d). The Committee on Trade and Development and Committee adalah dua dari beberapa komite yang didirikan berdasarkan perjanjian Marrakesh pada tahun 1994.  Kedua Komite ini kini masih aktif ber diskusi, tetapi tidak benar-benar menegosiasikan aturan perdagangan (UNEP, n.d).

Dalam perjalanannya, WTO mengalami sejumlah perkembangan. Perjanjian yang ada dalam WTO berkaitan dengan hubungan antara pembangunan dan perdagangan, dimana lebih dari dua anggota WTO dalah negara berkembang. Pada November 2001, digelar Doha Ministerial Conference yang menghasilkan Doha Development Agenda (World Trade Organization, n.d). Berdasarkan agenda tersebut, anggota WTO telah menempatkan isu-isu pembangunan dan kepentingan negara berkembang sebagai sasaran utama pekerjaan WTO. Dalam Hong Kong Ministerial Declaration, terdapat penekanan terhadap pentingnya dimensi pembangunan pada Doha Work Programme dan terdapat pula recommitment untuk merealisasikannya. Pada saat yang sama, Aid for Trade Initiative diluncurkan yang dirancang untuk membantu negara berkembang dalam membangun kapasitas penawaran demi memperluas perdagangan (World Trade Organization, n.d).

Meskipun memiliki regulasi dan struktur yang lebih baik dibanding GATT, namun WTO masih banyak mendapat kritikan, baik dari segi tujuan maupun strukturnya. Regulasi WTO yang menekankan pada liberalisasi perdagangan dipandang memiliki dampak negatif pada kelangsungan ekonomi negara berkembang dan sebaliknya menguntungkan negara kaya. Selain itu, free trade atau deregulatory paradigm dinilai berimplikasi buruk dan merugikan terhadap perlindungan dan pelestarian lingkungan, karena gagal memperhitungkan efek lingkungan yang negatif akibat masifnya pengejaran tujuan ekonomi –misalnya global warming (Pollock, 2001). Dari segi struktur, terdapat kritik mengenai sifat demokratis dan nondemokratis organisasi. Struktur dan personil dalam WTO dipandang tidak demokratis dalam sejumlah sisi yang kerap mengarahkan negara-negara kaya menjadi “pemenang” atas negara berkembang. Regulasi WTO juga memungkinkan adanya kelompok-kelompok kuat yang mendominasi jalannya organisasi maupun pengambilan keputusan. Kelompok-kelompok ini bisa berupa negara kaya atau TNC (Pollock, 2001). WTO juga dipandang sebagai katalis dalam memaksimalkan keuntungan negara kaya, mengingat adanya free trade yang digunakan untuk membuka pasar negara-negara berkembang, sementara di sisi lain negara maju masih mempertahankan upaya proteksionis (Pollock, 2001).

Dari pemaparan di atas, WTO merupakan organisasi perdagangan dunia yang berupaya meregulasi perdagangan dengan memberlakukan free trade bagi semua anggotanya. WTO merupakan penyempurnaan dari GATT, dimana WTO memiliki regulasi yang jelas mengenai metode penyelesaian sengketa perdagangan dan mengatur mengenai perdagangan barang dan jasa. Karena memiliki regulasi dan struktur yang lebih spesifik, WTO dipandang lebih baik dibanding GATT. Meskipun demikian, WTO masih menuai kritik, dimana organisasi ini dipandang sebagai alat negara maju untuk memaksimalkan keuntungannya dan sebagai alat untuk menekan negara yang powerless. Regulasi WTO juga dinilai kurang berorientasi pada keberlangsungan lingkungan hidup. Meskipun demikian, perbaikan struktur maupun regulasi WTO patut diapresiasi, meskipun masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki.

Referensi

Ford, Jane. 2002. “A Social Theory of Trade Regime Change: GATT to WTO”, International Studies Review, Vol. 4, No. 3, USA: Blackwell Publishing. pp. 115-138.

Pollock, R (2001) Criticism of the WTO [WWW] Available from: http://rufuspollock.org/wto/wto_criticisms.htm [Accessed 20/11/13]

UNDP (n.d) The basics of the WTO: Structure of the World Trade Organization [WWW] Available from: http://www.iisd.org/trade/handbook/3_1.htm [Accessed 20/11/13]

World Trade Organization (n.d) About the WTO — A statement by former Director-General Pascal Lamy [WWW] Available from: http://wto.org/english/thewto_e/whatis_e/wto_dg_stat_e.htm [Accessed 20/11/13]

World Trade Organization (n.d) Dispute Settlement [WWW] Available from: http://www.wto.org/english/tratop_e/dispu_e/dispu_e.htm [Accessed 20/11/13]

World Trade Organization (n.d) Membership, alliances, and bureaucracy [WWW] Available from: http://www.wto.org/english/thewto_e/whatis_e/tif_e/org3_e.htm#join [Accessed 20/11/13]

___________________ (n.d) The GATT years: from Havana to Marrakesh [WWW] Available from: http://www.wto.org/english/thewto_e/whatis_e/tif_e/fact4_e.htm [Accessed 20/11/13]

___________________(n.d) Trade and Development [WWW] Available from: http://www.wto.org/english/tratop_e/devel_e/devel_e.htm [Accessed 20/11/13]

___________________ (n.d) What is the World Trade Organization? [WWW] Available from: http://www.wto.org/english/thewto_e/whatis_e/tif_e/fact1_e.htm [Accessed 20/11/13]

___________________ (n.d) WTO Secretariat budget for 2013 [WWW] Available from: http://wto.org/english/thewto_e/secre_e/budget_e.htm [Accessed 20/11/13]

___________________ (n.d) Understanding the WTO: What we stand for [WWW] Available from: http://www.wto.org/english/thewto_e/whatis_e/what_stand_for_e.htm Accessed 20/11/13]

 

 

 

 

 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

the world today

reach me through

Quote!

The Holy Quran

Pengunjung

    274.230