NURLAILI AZIZAH

Certamen Ergo Sum

METODE PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF

16 October 2013 - dalam Analisis Hubungan Internasional Oleh nurlaili-azizah-fisip11

METODE PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF

Dalam melakukan penelitian, metode penelitian yang kerap digunakan adalah metode kualitatif atau kuantitatif. Secara singkat, penelitian kualitatif menghasilkan data non-numerik, sedangkan penelitian kuantitatif menghasilkan data numerik atau informasi yang kemudian dikonversikan menjadi angka. Penelitian kualitatif menitikberatkan pada pengumpulan data –terutama lisan− dibanding pengukuran. Hasil data atau informasi yang didapat kemudian dianalisis secara interpretatif, subjektif, impresionistik, bahkan diagnostik. Sedangkan penelitian kuantitatif berfokus pada data yang bisa diukur yang kemudian dianalisis (Anon, 2009).

 Terdapat lima indikator yang membedakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pertama, tujuan penelitian. Dalam metode kualitatif, tujuan yang ingin dicapai adalah memberi penjelasan mendetail, rinci, dan lengkap mengenai topik penelitian. Sebaliknya, penelitian kuantitatif mengedepankan penghitungan, pengelompokan fitur, dan membangun model statistik dan angka-angka untuk menjelaskan apa yang diamati. Kedua, pemakaian (usage). Dalam proyek penelitian, metode kualitatif lebih ideal jika diimplementasikan pada tahap awal. Sedangkan pada tahap akhir, metode kuantitatiflah yang lebih tepat untuk digunakan, mengingat metode ini mampu memberi gambaran yang lebih jelas mengenai apa yang diharapkan dalam penelitian dibanding metode kuantitatif. Ketiga, instrumen pengumpulan data (Anon, 2009). Dalam metode kualitatif, instrumen pengumpulan data yang digunakan antara lain wawancara mendalam dengan individu, wawancara terstruktur dan nonstruktur, kelompok fokus, narasi, analisis konten atau dokumenter, observasi partisipan, dan penelitian arsip. Sedangkan dalam metode kuantitatif, instrumen yang digunakan adalah kuesioner, survei, pengukuran, dan perangkat lainnya untuk mengumpulkan data numerik. Keempat, jenis data yang dihasilkan. Jika metode kualitatif menghasilkan data dalam bentuk kata-kata (wawancara), gambar (video), bahkan benda; maka metode kuantitatif menyajikan data berupa table yang berisi data dalam bentuk angka dan statistik. Terakhir, pendekatan. Pendekatan yang digunakan dalam metode kualitatif cenderung subjektif, karena peneliti berupaya memahami perilaku manusia atau fenomena yang terjadi dan alasan yang melatarbelakangi perilaku atau fenomena tersebut. Sedangkan dalam metode kuantitatif, peneliti akan cenderung tetap obyektif, karena tujuan penelitian dengan metode ini hanya mencari pengukuran yang tepat dan analisis konsep target untuk menjawab pertanyaan yang telah diajukan (Anon, 2009).

Dalam melakukan penelitian, terdapat dua kemungkinan, yakni pengintegrasian kedua metode tersebut (mixed methodologies) dan triangulasi.  Terdapat sebelas cara untuk mengintegrasikan kedua metode ini menurut Bryan (1992), yakni 1) logika triangulasi yang digunakan untuk mengecek atau membandingkan hasil kualitatif melawan kuantitatif; 2) kualitatif mendukung kuantitatif, dan 3) sebaliknya; 4) keduanya dikombinasikan dalam atau untuk memberi gambaran umum mengenai sebuah isu tertentu yang diteliti; 5) ciri struktural dianalisis menggunakan metode kuantitatif dan diproses melalui metode kualitatif; 6) metode kuantitatif merupakan gambaran perspektif peneliti, sedangkan kualitatif menekankan pada pandangan subjektif; 7) masalah generalisasi dapat diselesaikan melalui metode kualitatif dengan cara menambahkan temuan kuantitatif; 8) metode kualitatif memungkinkan untuk memfasilitasi interpretasi hubungan diantara variabel-variabel dalam seperangkat data kuantitatif; 9) kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif dapat mengklarifikasi hubungan antara level mikro dan makro dalam area substansial; 10) kombinasi diantara keduanya mampu menghasilkan kecocokan dalam tahap yang berbeda dalam sebuah proses penelitian; dan 11) terdapat hybrid form yang menggunakan metode kualitatif dalam desain quasi-eksperimental (Bryan, 1992: 59-61 dalam Flick, 2006: 33). Mixed methodologies ini dipandang sebagai “a third methodological movement” (Tashakkori and Teddlie, 2003b: ix dalam Flick, 2006: 33), dimana penelitian dan metode kuantitatif merupakan the first movement dan penelitian kualitatif sebagai the second movement. Mixed methodologies juga menggabungkan beberapa pendekatan dalam semua tahapan penelitian dan memasukkan transformasi data dan analisis melalui pendekatan yang lain (Tashakkori and Teddlie, 2003b: xi dalam Flick, 2006: 33).

Kedua penelitian ini memiliki hubungan yang disajikan dalam taraf yang berbeda, yakni a) epistemologi (beserta inkompabilitas epistemologi) dan metodologi; b) kombinasi desain penelitian atau integrasi penggunaan data dan/atau metode kualitatif dan kuantitatif; c) metode penelitian kualitatif dan kuantitatif; d) menghubungkan temuan penelitian kualitatif dan kuantitatif; e) generalisasi temuan; dan f) penilaian terhadap kualitas penelitian –mengaplikasikan kriteria penelitian kuantitatif ke kualitatif, dan sebaliknya  (Flick, 2006: 34). Hubungan yang terlihat diantara kedua metode ini bersifat inkompatibel dalam prinsip epistemologi dan metodologinya atau tujuan dan maksud untuk mencapai dengan penelitian pada umumnya, dimana hubungan ini kerap dialamatkan pada perbedaan posisi positivisme versus konstruktivisme atau pospositivisme. Dalam melakukan penelitian, peneliti juga harus bisa memilah-milah atau memisahkan setiap sisi, tergantung isu dan pertanyaan penelitian yang diajukan. Selain hubungan inkompatibilitas, terdapat juga dominasi dan superioritas. Dalam hal dominasi, metode kuantitatif masih menjadi metode dominan. Pendapat-pendapat yang mengemuka mengatakan bahwa perwakilan sampel lebih banyak digunakan, hal ini kian memperkuat klaim bahwa hanya data kuantitatiflah yang akan mengarahkan penelitian pada hasil aktual, sementara data kualitatif hanya berperan sebagai ilustratifnya. Dalam hal superioritas, banyak scholars yang mengatakan bahwa metode kualitatif merupakan metode yang lebih superior dibanding kuantitatif. Kleining (1982) mengatakan bahwa metode kualitatif akan bertahan lama dan baik tanpa penggunaan metode kuantitatif pada tahap selanjutnya. Sebaliknya, metode kuantitatif tidak bisa “hidup” tanpa metode kualitatif, karena ia membutuhkan metode kualitatif untuk menjelaskan fenomena-fenomena dan hubungan yang ditemukannya (Flick, 2006: 34-5).

Untuk menghubungkan penelitian kualitatif dan kuantitatif dalam satu desain, terdapat empat tipe desain yang disuguhkan. Pertama, keduanya diimplementasikan secara paralel. Kedua, observasi lanjutan di lapangan menyediakan basis dalam sebuah survei, dimana terdapat sejumlah gelombang yang terkait dengan gelombang asal. Ketiga, kombinasi antara kedua metode tersebut dimulai dengan metode kualitatif, yakni wawancara semistruktur yang diikuti dengan questionnaire study sebagai langkah menengah sebelum hasil dari keduanya diperdalam dan ditaksir dalam tahap kualitatif kedua. Keempat, studi lapangan komplementer memperdalam hasil survei dalam langkah pertama dam diikuti dengan intervensi eksperimental ddi lapangan untuk melakukan cross-check terhadap hasilnya pada dua langkah pertama (Miles and Huberman, 1994 : 41 dalam Flick, 2006: 36). Pembelajaran mengenai kedua metode ini tidak dimaksudkan untuk menyuperiorkan metode satu dibanding yang lain atau mereduksi yang lain, karena keduanya diimplementasikan pada fase yang berbeda dalam proses penelitian. Dalam kedua metode penelitian ini, dikenal pula level triangulasi. Triangulasi adalah kombinasi beberapa metode kualitatif dan sekaligus kombinasi antara metode kualitatif dan kuantitatif. Konsepsi ini berakar pada tesis yang menyatakan bahwa metode kualitatif dan kuantitatif seharusnya dipandang sebagai komplemen dibanding sebagai rival (Flick, 2006: 37).

Data yang dihasilkan bisa saja berorientasi pada transformasi data kualitatif menjadi kuantitatif dan sebaliknya. Terdapat sedikit contoh prosedur metodologi yang menghadirkan integrasi kualitatif dan kuantitatif dalam satu metode. Kebanyakan kuesioner berbentuk open ended atau free text. Hingga kini, pengembangan integrasi pengumpulan dan analisis data metode kualitatif dan kuantitatif masih menjadi misteri yang belum terpecahkan (Flick, 2006: 40).

Kombinasi antara keduanya juga bisa diwujudkan dengan cara menghubungkan hasil penelitian kualitatif dan kuantitatif dalam proyek yang sama atau berbeda, metode satu mendahului metode yang lain atau digunakan bersamaan. Tujuan pengkombinasian ini antara lain untuk memperoleh pemahaman dan pengetahuan yang lebih luas mengenai isu studi dibanding hanya menggunakan single approach dan saling memvalidasi temuan dari kedua pendekatan tersebut (Flick, 2006: 40). Kombinasi ini akan membuahkan tiga hasil, yakni 1) hasil kualitatif dan kuantitatif saling konvergen, saling memastikan, dan mendukung konklusi yang sama; 2) hasil keduanya berfokus pada aspek isu yang berbeda, tetapi saling komplementer dan mengarahkan pada gambaran yang lebih lengkap; dan 3) hasil keduanya divergen atau kontradiktif (Kelle and Erzberger, 2004 dalam Flick, 2006: 40).

Bentuk umum dari kombinasi kedua metode tersebut diberikan saat model penelitian dari penelitian kuantitatif diaplikasikan pada penelitian kualitatif. Kombinasi implisit antara keduanya juga untuk mengaplikasikan kriteria kualitas  dari satu area ke area lain. Penelitian kualitatif kerap dipandang tidak memenuhi standardisasi penelitian kuantitatif, tanpa memperhitungkan bahwa kriteria ini sesuai atau tidak dengan prinsip dan praktik yang diaplikasikan penelitian kualitatif (Flick, 2006: 40-41). Dengan memahami masalah generalisasi pada penelitian kualitatif, maka bentuk ketiga kombinasi implisit akan ditemukan. Hal yang sering terlupakan adalah bahwa menggeneralisasi temuan dalam sebuah studi berdasarkan jumlah wawancara terbatas dalam survei perwakilan adalah salah satu bentuk generalisasi. Generalisasi numerikal bukan satu-satunya yang benar. Pertanyaan relevan yang selanjutnya patut diajukan adalah bagaimana menggeneralisasi temuan kualitatif dengan latar belakang teoritis yang kokoh (Flick, 2006: 41).

Kelayakan penggunaan kedua metode penelitian ini kini mulai diperdebatkan. Hal ini sejalan dengan pernyataan McKinlay (1993, 1995) dan Baum (1995), bahwa dibanding memperdebatkan mana metode yang lebih unggul lebih baik mempertanyakan kelayakan kedua metode ini untuk meneliti isu penelitian (Flick, 2006: 41). Yang menjadi masalah hingga kini adalah bahwa belum ditemukannya upaya untuk mengintegrasikan kedua metode ini secara komprehensif, karena upaya yang dilakukan kerap berakhir pada one-after-the-other, side-by-side, atau dominasi. Integrasi yang dilakukan kerap terbatas pada level desain penelitian, sehingga perdebatan ini masih terus berlangsung dan menjadi kajian diskusi yang menarik.

Dari pemaparan di atas, metode penelitian kualitatif dan kuantitatif hendaknya dipandang sebagai komplemen, bukan sebagai pengeliminasi yang lain. Meskipun memiliki tujuan yang berbeda, kedua metode ini bisa saling melengkapi penjelasan, namun yang menjadi kendala adalah bahwa integrasi keduanya masih cukup susah untuk dilakukan dan masih terus menjadi kajian hingga kini. Masalah pengkombinasian kedua metode yang kerap berakhir pada titik one-after-the-other, side-by-side, atau dominasi juga masih menjadi masalah yang sedang dicari titik temunya. Kajian yang dulunya berdebat masalah mana metode yang lebih unggul juga semakin bergeser, digantikan dengan signifikansi kelayakan pengaplikasian kedua metode penelitian tersebut.

Referensi

Anonymous (2009) Quantitative and Qualitative Research [WWW] Available from:  http://explorable.com/quantitative-and-qualitative-research [Accessed 02/10/13]

Flick, Uwe. 2006.” Qualitative and Quantitative Research”, in an Introduction to Qualitative Research, London: SAGE, pp 32 – 43

 

Kelompok L:

Nurlaili Azizah (071112001) - Husein Al Asghor (071112014) - Restik Anggada P.   (071112045) - Bakti Putra D. (071112047) - Alfian Dwinov M.K (071112094)

 

 

 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

the world today

reach me through

Quote!

The Holy Quran

Pengunjung

    274.030