NURLAILI AZIZAH

Certamen Ergo Sum

JIHAD VS MCWORLD

14 April 2013 - dalam Pengantar Globalisasi Oleh nurlaili-azizah-fisip11

Jihad dan McWorld di Tengah Kekacauan Dunia

Oleh: Nurlaili Azizah (071112001)

Dewasa ini, globalisasi agaknya telah menggeser tatanan dunia. Tidak sedikit konflik yang terjadi akibat globalisasi yang  kian merebak. Dalam tulisannya yang berjudul “Jihad & McWorld in the New World Disorder”, Benjamin R. Barber memusatkan perhatiannya pada kekacauan yang tengah dialami dunia. Terdapat dua kajian yang didalami oleh Barber ini, yakni Jihad dan McWorld. Barber (2003) mengatakan bahwa benturan yang terjadi antara Jihad dan McWorld menimbulkan kekacauan dunia baru yang menyumbat demokrasi. Menurut Barber, Jihad merupakan ungkapan untuk mengidentifikasi identitas etnis, tradisi maupun sifat parokial kesukuan, yang memiliki pengaruh terhadap viabilitas masyarakat nation-state. McWorld dideskripsikan sebagai kondisi dunia di tengah globalisasi yang memiliki interkoneksi dengan korporasi global, teknologi, perdagangan, komunikasi, ekologi, dan politik yang bertolak belakang dengan apa yang disebut Jihad. Konsekuensi interaksi dialektik antara keduanya menyarankan bentuk baru dan mengejutkan tirani secara tidak disengaja yang jangkauannya berkisar dari konsumerisme terbatas yang kasat mata menuju sebuah barbarisme yang begitu nyata (Barber, 2003:220). Tangan-tangan pasar yang tidak terlihat pun agaknya melekat pada lengan manipulatif, tidak diarahkan oleh kepala negara, melainkan diserahkan kepada kontinjensi keserakahan yang spontanitas. Dalam hal ini, tirani yang terjadi bersifat tidak langsung, bahkan cenderung identik dengan “keramahan.” Ideologi dalam memilih terlihat membebaskan diri kita, namun fatalnya hal ini mepersempit kemungkinan kebebasan yang nyata untuk jiwa kita (kita tidak bisa memilih untuk menarik diri dari pasar).

Pasar McWorld menyerahkan penilaian dan mengharamkan kepentingan umum, meninggalkan kebaikan bersama demi kepentingan pribadi, masyarakat subordinasi, dan kebaikan mereka untuk individu dan kepentingan mereka (Barber, 2003:220). Sejak awal kemunculannya, McWorld meletakkan kebebasan memilih kepada masyarakat sebagai tema utamanya, namun yang perlu diingat di sini bahwa kebebasan untuk memilih berbeda dengan “kebebasan” yang sesungguhnya. Dari artikel yang ditulis Barber ini dapat diketahui bahwa deskripsi Barber mengenai penghuni McWorld adalah konsumen dan klien yang memiliki kebebasan dalam aspek asal-usul mengenai pembelian barang pada suatu pasar dan bahwa pada dasarnya mereka tidak mampu melakukan self-control atau self-identity mereka saat mengonsumsi barang-barang tersebut. Seperti yang dikatakan Alan Durning, terminologi “orang” dan “konsumen” dewasa ini telah menjadi sebuah sinonim. Hal ini menyiratkan bahwa konsumen merupakan bagian dari orang-orang, dan orang tersebut merupakan konsumen itu sendiri. Contoh dalam dunia global adalah saat IMF dan World Bank menggembor-gemborkan trade market, namun mereka juga sangat berhati-hati dalam membawa nama demokrasi. Contoh lainnya terjadi pabrik jeans terkenal di Amerika, Levi Strauss Company, di mana bantuan fasilitas di luar regionnya juga dikemudikan oleh kompetisi dalam meraih tenaga kerja murah yang di dalamnya terdapat eksploitasi. Dalam GATT (General Agreements on Tariffs and Trade) juga terdapat implikasi regulatif dikarenakan power yang dimilikinya dalam mengelola dan memberikan sanksi terhadap kaum internasionalis mayoritas yang bercokol di negara-negara individual. Dari contoh-contoh di atas, terlihat bahwa organisasi internasional memiliki peranan yang cukup krusial dalam membuat regulasi yang mengikat negara-negara anggotanya. Nation-states pun rela bergabung dengan organisasi-organisasi tersebut, bahkan dengan resiko mengorbankan dirinya dalam bentuk kehilangan separuh kedaulatan dan demokrasinya. Di sini terlihat bahwa organisasi internasional mampu mengurangi kedaulatan yang dimiliki suatu negara, karena ketika bergabung dengan organisasi internasional, suatu negara wajib tunduk dengan regulasi yang dibuat oleh organisasi internasional tersebut, ia tidak diperkenankan hanya mementingkan kepentingannya sendiri karena ia harus mempertimbangkan juga negara-negara lain yang terlibat dalam organisasi tersebut.

Sedangkan Jihad menurut Barber dikatakan sebagai icon dari kehidupan parokial yang religius dan kental dengan tradisi serta identitas keetnisan. Dalam hal ini, Jihad agak berbeda dengan konsepsi Islam yang berusaha memerangi kebathilan. Jihad di sini lebih menitikberatkan mengenai self-identity, namun collective security dalam suatu kebebasan berwarganegara. Jihad terlihat lebih berguna bagi warga negara dibandingkan dengan McWorld (Barber, 2003:224). Jihad mengedepankan rasa persaudaraan dan kekerabatan yang tinggi, setiap warga negara juga memiliki kebebasan dalam menentukan identitas mereka sendiri. Di sini juga warga negara berperan sebagai pemegang sumber kedaulatan. Jihad menawarkan kebebasan dan demokrasi yang tidak disuguhkan kepada masyarakat. Jihad dapat juga berupa paradoks dalam artian bahwa ia identik dengan eksklusivitas dan identitas tersendiri yang seringkali membuatnya berbeda dengan kelompok lain yang berkembang di masyarakat. Barber juga menegaskan bahwa Jihad anti terhadap permusuhan dibandingkan dengan McWorld. Namun, hingga detik kini, kemampuan Jihad dalam menciptakan iklim demokrasi maupun sebagai penerima demokratisasi masih menyisakan tanda tanya besar. Barber sendiri meyakini bahwa pasca kegelapan nation-states (pasca dominasi gereja), demokrasi masih mungkin untuk diciptakan, namun dengan tidak melalui konsepsi Jihad ataupun McWorld. Meskipun dirasa Jihad lebih cocok untuk diterapkan karena ia terlihat menyuguhkan kebebasan, Barber mengungkapkan bahwa Jihad maupun McWorld adalah dua konsepsi yang begitu bertolak belakang dan saling mempengaruhi antara keduanya. Hal ini berimplikasi terhadap kehidupan sosial masyarakat internasional yang mengharuskan mereka untuk memilih dintara opsi-opsi yang disuguhkan. Bagi mereka yang membuka mata, tentu saja hal ini merupakan bentuk dari perbudakan yang tidak terlihat (invisible slavery).

Dari keterangan di atas, dapat ditarik suatu benang merah bahwa kekacauan dunia yang terjadi merupakan implikasi dari pertentangan antara kubu ekstrim, Jihad dan McWorld. Kedua kubu ini memiliki peranan yang signifikan dalam mempengaruhi kebebasan, demokrasi, dan kedaulatan dalam ­nation-states.  McWorld dalam kacamata seorang Barber terikat pada sektor perdagangan (korporasi global), teknologi, perdagangan, komunikasi, ekologi, dan politik. Sedangkan Jihad lebih merepresentasikan masyarakat berlandaskan identitas etnis, agama, dan sifat parokial kesukuan, yang berimplikasi terhadap viabilitas masyarakat nation-states. Kedua konsep ini memiliki pandangan berbeda dalam memgemudikan individu. Namun, yang menjadi polemik, opsi yang mereka suguhkan ternyata belum mampu menggaransi demokrasi dan kebebasan individu. Kebebasan menurut kacamata mereka adalah memilih opsi-opsi yang diajukan, bukan opsi di luar yang diajukan. Tentu saja kedua kubu yang bertentangan ini akhirnya membawa kekacauan baru di dunia akibat tekanan opsi yang disuguhkannya.

 

Referensi:

Benjamin R. Barber, “Jihad and McWorld in the New World Disorder”, dalam Jihad vs McWorld: Terrorism’s Challenge to Democracy, London: Corgi Book, 2003, pp. 219-235

 

 

 

 

 

 

 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

the world today

reach me through

Quote!

The Holy Quran

Pengunjung

    284.702