NURLAILI AZIZAH

Certamen Ergo Sum

NATIONAL INTEREST

13 June 2012 - dalam Pengantar Hubungan Internasional Oleh nurlaili-azizah-fisip11

KEPENTINGAN NASIONAL

Oleh : Nurlaili Azizah (071112001)

Negara merupakan unit dari sistem internasional (Soeprapto, 1997:143). Morgenthau menyatakan bahwa negara tidak bisa lepas dari situasi yang mengandung permasalahan-permasalahan mengenai persaingan atau perebutan power. Negara wajib menyumbangkan pemikirannya terhadap masalah yang terjadi dalam sistem internasional sesuai kepentingan nasionalnya masing-masing. Menurut Morgenthau, posisi power suatu negara akan memberikan bentuk terhadap kepentingan nasional. Semakin kuat power suatu negara, semakin kompleks juga kepentingan nasional negara tersebut. Begitu juga sebaliknya. Kepentingan nasional dapat didefinisikan sebagai seperangkat cita-cita, kepentingan, rencana, nilai, dan tujuan yang hendak ditegakkan dan dicapai suatu negara dalam rangka mempertahankan eksistensinya di mata dunia. Kepentingan nasional inilah yang menjadi elemen dasar untuk menciptakan kebijakan luar negeri. Dengan kata lain, kebijakan luar negeri merupakan instrumen dan regulasi yang diimplementasikan untuk mewujudkan kepentingan nasional suatu negara. Sejatinya, kepentingan nasional dibuat untuk memenuhi hajat hidup warga negara, karena suatu negara tidak bisa secara independen memenuhi segala  kebutuhannya. Kepentingan nasional semua negara adalah sama pada level fundamental, yakni mempertahankan independensinya agar tidak diintervensi negara lain dan mempertahankan integritas teritorialnya agar tidak dicaplok negara lain.

Morgenthau melihat ada 2 tingkat kepentingan nasional, yakni vital dan sekunder (Roskin, 1994:6). Kepentingan nasional vital menyangkut kehidupan negara yang tidak bisa diganggu gugat. Lebih konkretnya adalah keamanan sebagai bangsa yang merdeka dan mandiri, proteksi institusi, penduduk, dan nilai-nilai fundamental. Kepentingan sekunder biasanya mewakili ancaman kedaulatan. Negarawan mengatakan bahwa meski tampak sekunder, kepentingan ini berpotensi menjadi vital.

Morgenthau mengelompokkan kepentingan nasional menjadi 3; yakni berdasarkan tingkat urgensi, kepermanenan, dan generalitasnya. Berdasarkan tingkat urgensinya, kepentingan nasional terbagi atas primer (vital, legitimasi, hardcore,dan kebutuhan) dan sekunder (material, kepentingan terbatas). Berdasarkan tingkat kepermanenannya, kepentingan nasional terbagi atas permanen dan temporer. Sedangkan  menurut tingkat generalitasnya, kepentingan nasional dibagi atas spesifik (material, kepentingan terbatas) dan umum.

Pada dasarnya fungsi kepentingan nasional ada 2, yaitu sebagai pedoman para pemimpin negara dalam menerapkan politik luar negeri dan sebagai tolok ukur untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam melakukan hubugan luar negeri. Dengan adanya kepentingan nasional, pemimpin negara akan tahu tindakan apa saja yang akan dilakukan agar politik luar negeri yang dijalankannya bisa berjalan sesuai yang diharapkan dan membawa dampak positif baik untuk negaranya sendiri maupun bagi negara lain yang bersangkutan. Kepentingan nasional ini juga penting karena mampu mengukur sejauh mana keberhasilan pemimpin negara dalam menjalankan tugasnya dalam hubungan internasional, sehingga ke depannya para pemimpin diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya.

Makermotivations merupakan hal yang cukup penting dalam kepentingan nasional. Makermotivations sendiri didefinisikan sebagai latar belakang atau motif yang mendasari adanya kepentingan nasional. Ada 4 makermotivations; yakni kepentingan ideologi, kepentingan individu, kepentingan strategi, dan kepentingan ekonomi.

Semua negara pasti memiliki ideologi. Ideologi inilah yang memberi pedoman suatu negara agar kepentingan nasional yang hendak dicapai tidak melenceng dari nilai-nilai. Individu juga memiliki peran dalam kepentingan nasional. Meskipun kebijakan tentang kepentingan nasional diambil secara bersama-sama, namun keputusan final tetap ada di tangan individu, dalam hal ini adalah pemimpin negara.

Dalam menjalankan kepentingan nasional, strategi amat sangat diperlukan agar kepentingan nasional dapat tercapai secara sempurna. Strategi ini berisikan langkah-langkah konkret negara untuk mewujudkan kepentingan nasional. Misalnya adalah langkah AS untuk menginvasi Irak karena AS mempunyai kepentingan politik di Irak, salah satunya adalah keinginan AS untuk menguasai ladang minyak negara ini.

Ekonomi merupakan aspek yang krusial pula. Kerjasama ekonomi yang dilakukan berbagai negara tidak lain adalah untuk mewujudkan kepentingan nasional negara yang bersangkutan; misalnya AFTA, OPEC, ASEAN, dan sebagainya.

Kepentingan nasional muncul karena dipengaruhi oleh beberapa dimensi; antara lain ekonomi, budaya, militer, dan politik. Seperti yang kita tahu bahwa kebutuhan ekonomi suatu negara tidak mungkin dipenuhi secara independen, suatu negara butuh kerjasama dengan negara lain untuk memenuhi kebutuhannya. Aspek militer memperkuat posisi suatu negara. Stabilitas dan pertahanan keamanan nasional sangat dipengaruhi oleh eksistensi militer sebagai instrumennya. Maka dari itu pemerintah akan berusaha meningkatkan dan meregenerasi militernya dalam rangka menjaga kepentingan nasionalnya. Pemerintah juga akan senantiasa mempertahankan aspek politiknya. Dalam hal ini pemerintah akan berusaha mempertahankan kedaulatan teritorialnya agar tidak diintervensi dan diekspansi negara lain. Kapabilitas dalam berdiplomasi juga pasti akan selalu ditingkatkan untuk mencapai perjanjian yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Tipe-tipe kepentingan nasional pada dasarnya sama dengan apa yang diungkapkan Morgenthau sebelumnya tentang pengelompokan kepentingan nasional, hanya saja ada sedikit tambahan; yakni tingkat kompatibilitas (kecocokan). Tingkat kompabilitas ini terbagi menjadi 2 aspek, yaitu komplementer dan konflik.

 

SOURCES:

Soeprapto, R. Hubungan Internasional, Sistem, Interaksi, dan Perilaku, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1997.

Rosenau, James & Mary Durfee. 1999. Thinking Theory Thoroughly: Coherent Approaches to an Incoherent World (2nd Edition). Oxford: Westview Press.

Roskin, Michael G. 1994. NATIONAL INTEREST:From Abstraction to Strategy. USA: US Army War College

 

 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

the world today

reach me through

Quote!

The Holy Quran

Pengunjung

    274.246