NURLAILI AZIZAH

Certamen Ergo Sum

STATE & NONSTATE ACTORS IN IR

13 June 2012 - dalam Pengantar Hubungan Internasional Oleh nurlaili-azizah-fisip11

PERAN AKTOR NEGARA DAN NONNEGARA DALAM HUBUNGAN INTERNASIONAL

Oleh : Nurlaili Azizah (071112001)

Dewasa ini dunia berkembang sedemikian kompleks. Negara-negara di dunia berperan bukan sebagai aktor dominan dalam percaturan internasional, tetapi sebagai aktor utama diantara aktor-aktor berpengaruh lainnya. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa keberadaan aktor non-negara juga turut ambil bagian.

Negara bermaksud untuk menjadi aktor yang kuat dalam kinerja tiga fungsi penting, yakni mempertahankan kontrol atas kekerasan dalam domainnya, mengalokasikan sumber daya dan penghargaan dengan kebijakannya sendiri, dan berdiri sebagai fokus utama dari identitas bagi sebagian besar orang yang berada di bawah kewenangannya (Henderson, 1998:62).

 
Negara modern telah mengalami beberapa derivasi, dan tidak semua entitas yang biasa kita sebut negara memenuhi persyaratan kenegaraan dalam bentuk penuh. Derivasi yang terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah heterogenitas, viabilitas (kelangsungan hidup), dan proliferasi.

Aktor-aktor nonnegara juga ikut andil dalam kancah pergaulan internasional. Aktor-aktor non-negara ini antara lain individu, perusahaan multinasional, organisasi pemerintah (IGO) dan nonpemerintah (NGO), kelompok etnonasionalis, gerakan keagamaan, dan bahkan teroris.

Aktor individu memegang peran yang cukup penting. Kita akan mempertimbangkan dua jenis individu. Yang pertama adalah aktor individu yang diberdayakan dengan sumber daya dari institusi, seperti sebagai sebuah negara, dan mungkin menghadapi situasi dinamis yang membawa peluang dan bahaya yang memerlukan langkah-langkah berani (Henderson, 1998:73). Yang kedua adalah aktor individu yang menjadi penting sebagai simbol untuk penyebab moral. Yang pertama adalah dasarnya aktor publik, dan yang kedua adalah aktor swasta.

Aktor publik biasanya berperan dalam politik internasional melalui pengambilan kebijakan dan keputusan, nilai-nilai, norma, serta pernyataan yang memiliki dampak terhadap sistem internasional. Contohnya Mikhail Gorbachev, pemimpin Soviet tahun 1985-1991. Inisiatif beliau yang membuat Uni Soviet menjadi terpecah membuat citranya di depan masyarakat Rusia menjadi negatif.

Aktor swasta biasanya berperan sebagai simbol penyebab moral. Contohnya Mother Teresa, seorang biarawati yang membaktikan hidupnya untuk melayani orang miskin dan orang sakit. Atas pengabdiannya, beliau menerima Nobel Perdamaian tahun 1979. Kebaikannya telah menginspirasi banyak orang di dunia untuk berbuat serupa.

Aktor non-negara yang lain adalah perusahaan multinasional atau MNC. MNC berbasis di suatu negara dan berafiliasi di luar negeri. MNC memproduksi barang dan jasa dalam jumlah besar  serta mempengaruhi pergerakan ekonomi dunia. Contoh MNC antara lain Exxon Mobile, Freeport, McDonald, dan sebagainya. MNC menangani sebagian besar perdagangan dunia dan investasi. Tidak sedikit tenaga kerja yang diserap oleh MNC, sehingga dapat dikatakan keberadaan MNC berkontribusi besar bagi perekonomian dunia. Namun, di sisi lain keberadaan MNC juga berdampak negatif bagi perekonomian dalam negeri, karena bisa menghambat pertumbuhan industri dalam negeri dan keberadaannya tidak bisa dikontrol oleh pemerintah.

Organisasi pemerintah internasional (IGO) juga berkontribusi. IGO adalah institusi internasional yang beranggotakan negara-negara. Keuntungan utama dari IGO adalah dapat membuat struktur komunikasi dan kerjasama di antara negara-negara anggota secara berkelanjutan karena mereka berurusan dengan kebutuhan umum (Henderson, 1998:75). Contoh IGO antara lain PBB, IMF, WHO, dan sebagainya. IGO hadir untuk memberikan solusi atas masalah internasional, yang mencakup area perdagangan internasional, keamanan, ekonomi, penegakan HAM, dan sebagainya.

Organisasi nonpemerintah (NGO) juga menunjukkan eksistensinya. NGO merupakan sebuah organisasi yang terstruktur yang beroperasi dalam lingkup internasional tanpa keikutsertaan secara formal dari pemerintahan negara. NGO bergerak secara kolektif dan merupakan organisasi non-profit. Contoh NGO antara lain Greenpeace, WWF, Save the Children, dan sebagainya. Organisasi di atas concern terhadap isu lingkungan, kesejahteraan anak, bencana alam, dan lain-lain. Sebagian besar NGO fokus pada masalah kemanusiaan global.

Kelompok etnonasionalis juga merupakan aktor nonstate yang berpengaruh. Secara umum, etnonasionalis/National Liberation Organizations (NLO) memiliki tujuan yang sama yaitu merebut kekuasaan atau meraih pengakuan sebagai sebuah bangsa-negara dari pemerintah negara mereka. Tipe-tipe NLO ada 3. Pertama, pergerakan yang diarahkan dengan mematahkan batas teritorial dari sebuah negara  untuk menciptakan negara baru dan menuntut sebauh pengakuan. Kedua, pergerakan yang muncul akibat bentuk kekuasaan diktator pemerintahan sebuah negara atau adanya kontrol yang datang dari pengaruh eksternal. Ketiga, pergerakan yang lahir sebagai proses perlawanan terhadap kolonialisme. Pergerakan-pergerakan ini tentunya dapat mengakibatkan instabilitas nasional maupun internasional.

Gerakan keagamaan juga turut ambil bagian. Sejatinya agama hadir untuk menciptakan keharmonisan dan pedoman hidup, tapi pada kenyataannya jutaan orang tewas atas nama agama. Kurangnya toleransi akan perbedaan dalam beragama membuat konflik antaragama sering terjadi di berbagai belahan dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Terorisme juga memberikan dampak serius dalam hubungan internasional. Terorisme identik dengan gerakan brutal dan destruktif, seperti pemboman dan pembajakan. Terorisme merongrong otoritas dan kedaulatan negara. Terorisme juga mengganggu stabilitas domestik maupun internasional. Contohnya tragedi bom Bali beberapa tahun silam yang dilakukan oleh Amrozi cs. Pemboman ini menewaskan ribuan orang dari berbagai negara. Hal ini menyebabkan hubungan Indonesia dengan negara lain memburuk dan menyebabkan geliat wisata di Pulau Dewata menurun untuk beberapa waktu.

 

Source:

  1. Henderson, Conway W. (1998) International Relations, Conflict and Cooperation at the Turn of the 21st Century, McGraw-Hill International Editions
  2. Willets, Peter (2001) “Transnational actors and international organizations in global politics,” in Baylis, John & Smith, Steve (eds.) (2001) The Globalization of World Politics, 2nd edition, Oxford University Press, Chap. 17.
  3. Kegley, Charles W. Jr., & Wittkopf, Eugene R., (1997) World Politics, Trend and Transformation, 6th edition, St. Martin’s Press.
  4. www.gudangmateri.com

 

 

 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

the world today

reach me through

Quote!

The Holy Quran

Pengunjung

    274.250