NURLAILI AZIZAH

Certamen Ergo Sum

THE IMPORTANCE OF STUDYING IR

13 June 2012 - dalam Pengantar Hubungan Internasional Oleh nurlaili-azizah-fisip11

THE IMPORTANCE OF STUDYING IR

Oleh : Nurlaili Azizah (071112001)

Pada abad ke-20, keilmuan Hubungan Internasional digerakkan oleh beberapa masalah dan konflik dunia nyata, diantaranya Perang Dingin antara Timur dan Barat, kebangkitan kerjasama ekonomi antara negara-negara Barat, dan gap perkembangan yang berlarut-larut antara Utara dan Selatan (Jackson & Sorensen, 1999:34). Ada 3 perdebatan besar sejak HI menjadi subjek akademik di akhir PD 1. Perdebatan besar itu antara lain: liberalisme utopian dan realisme, pendekatan tradisional dan behavioralisme, yang ketiga antara neorealisme/neoliberalisme dan neo-Marxisme. Perdebatan keempat yang sedang muncul adalah antara tradisi mapan alternatif-alternatif  pospositivis.

Pada  PD 1  banyak sekali korban berjatuhan, sehingga Woodrow Wilson, Presiden Amerika Serikat yang berkuasa saat itu dan negara-negara di dunia, memandang perlu adanya studi yang mempelajari perilaku negara di dunia agar perang dan konflik tidak terulang kembali. Dan hal itulah yang melatarbelakangi lahirnya studi HI, yang pertama lahir dengan nama Politik Internasional dan kemudian berubah menjadi Hubungan Internasional.  

Pemikiran HI dipengaruhi oleh subjek-subjek akademik lainnya, seperti filsafat, sejarah, hukum, sosiologi, atau ekonomi (Jackson & Sorensen, 1999:34). Sejatinya HI tidak bisa berdiri sendiri tanpa disiplin ilmu tadi. Misalnya sejarah. Dengan adanya ilmu sejarah, kita mengetahui apa latar belakang dan tujuan studi Hubungan Internasional dilakukan. Sejarah juga memberi pelajaran agar konflik dan perang di masa lalu tidak terulang kembali di masa depan.

 Ilmu hukum juga ikut andil dalam Hubungan Internasional untuk mempelajari mengenai hukum-hukum internasional, undang-undang, penegakan hukum di tiap negara, dan sebagainya. Setelah memahami hukum-hukum yang berlaku di tiap-tiap negara, kerjasama yang menguntungkan pun bisa ditingkatkan.

Ekonomi merupakan aspek yang juga penting dalam Hubungan Internasional, dalam hal ini adalah ekonomi internasional. Dengan mempelajari sistem dan kebijakan ekonomi yang dianut suatu negara, hal ini mempermudah untuk menjalin kerjasama ekonomi dengan negara lain. Secara langsung atau tidak, kebijakan ekonomi suatu negara akan mempengaruhi ekonomi global yang akhirnya mempengaruhi hubungan internasional.

Pola interaksi hubungan internasional tidak dapat dipisahkan dengan segala bentuk interaksi yang berlangsung dalam pergaulan masyarakat internasional, baik oleh pelaku-pelaku negara (state-actors) maupun oleh pelaku-pelaku bukan negara (non-state actors) (Rudy, 2003:2). Pola interaksi ini dapat berupa kerjasama, kompetisi, dan konflik. Kompetisi dan konflik adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam interaksi hubungan internasional. Konflik tidak selalu berarti perang, tetapi bisa berupa krisis hubungan diplomatik, protes, ancaman, pemboikotan produk, dan sebagainya. Konflik yang terjadi dalam hubungan internasional membutuhkan penanggulangan yang serius agar tidak berkepanjangan dan berpotensi merusak tatanan sistem hubungan internasional.

Disinilah persoalan mempelajari studi HI menjadi sangat krusial. Dengan belajar HI, kita akan tahu bagaimana cara meminimalisasi, mengantisipasi, sekaligus memberi resolusi pada suatu konflik global yang sedang terjadi. Kita juga akan paham bagaimana cara membina hubungan yang baik dan meningkatkan kerjasama yang menguntungkan dengan negara lain, serta mengetahui bagaimana upaya preventif terhadap konflik antarnegara.

Di Indonesia, perkembangan ilmu HI semakin melesat dalam 10 tahun terakhir, mengingat ilmu ini sangat kaya akan disiplin ilmu yang lain (interdisipliner) dan sangat penting dalam interaksi antarnegara seiring globalisasi yang terus merebak.

 UGM adalah pelopor berdirinya studi HI di Indonesia berdasarkan PP No. 15/1957. Hal ini ditetapkan melalui Keputusan Dikti Depdikbud Nomor 221/DIKTI/Kep/96 Tanggal 11 Juli 1996 tentang Program Studi pada Program Sarjana di Lingkungan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. UGM membuka 4 kompetensi/peminatan, yakni diplomatic affairs, transnational affairs, analysts and academia, dan journalistic works.  Di sini nampak bahwa HI UGM mencetak lulusannya menjadi para analis global.

Prodi HI UI merupakan perkembangan dari studi konsentrasi Hubungan Internasional dan kajian wilayah dari prodi Ilmu Politik.  Dengan makin berkembangnya studi HI, pada tahun 1985 didirikan program studi Hubungan Internasional dengan Profesor Juwono Sudarsono sebagai ketua pertama dan dengan Program Sarjana Reguler sebagai satu-satunya unit. Departemen Hubungan Internasional UI menjadi payung bagi 7 unit di bawahnya yang melaksanakan fungsi spesifik dalam pengajaran dan penelitian.

Seiring dengan perkembangan jaman, Departemen HI Unair juga semakin menunjukkan eksistensinya dalam dunia pendidikan. Berdiri tahun 1982, HI Unair kini semakin memperluas kajiannya, tidak hanya berkonsentrasi pada hukum, ekonomi, dan politik internasional, tetapi juga pada masalah hubungan internasional lainnya, seperti terorisme dan masalah lingkungan.

HI Unair mencetak kader-kader yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan studi hubungan internasional sebagai “science”, tapi juga sebagai “art”. Sebagai “science”, studi hubungan internasional berorientasi pada pengembangan sekurang-kurangnya pemahaman terhadap konsep-konsep dasar dan kerangka analis umum yang diperlukan untuk memaknai dan menjelaskan fenomena dan keseharian hubungan internasional (Roadmap, 2005:6). Sementara sebagai “art”, studi hubungan internasional berorientasi pada pengembangan kompetensi komunikasi, negosiasi dan manajerial global. HI Unair juga mempersiapkan lulusannya dengan kompetensi “global strategist” yang mempunyai kapabilitas tidak hanya di sektor tradisional hubungan internasional (diplomasi, pertahanan, dan lain-lain), namiun juga berkompeten di sektor non-tradisional (perusahaan multinasional, perbankan, pariwisata, dan sebagainya).

 

Source:

  1. Departemen Hubungan Internasional, Roadmap Pengembangan Hubungan Internasional
  2. Jackson, R., & Sorensen, G. (1999) Introduction to International Relations, Oxford University Press
  3. Rudy, May. (2003) Hubungan Internasional Kontemporer dan Masalah-Masalah Global, Refika Aditama: Bandung

 

 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

the world today

reach me through

Quote!

The Holy Quran

Pengunjung

    284.108