NURLAILI AZIZAH

Certamen Ergo Sum

MARXISME DAN STRUKTURALISME

08 April 2012 - dalam Teori Hubungan Internasional Oleh nurlaili-azizah-fisip11

MARXISME DAN STRUKTURALISME

Oleh: Nurlaili Azizah (071112001)

Marxisme merupakan perspektif yang dikemukakan oleh Karl Marx, seorang ekonom Jerman. Bersama Freidrich Engel, salah seorang koleganya, Marx menerbitkan sebuah buku berjudul The Communist Manifesto. Pandangan Marx ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat Eropa di abad 19. Berbeda dengan liberalisme dan realisme yang lebih dahulu menjelaskan asumsi dasar manusia dan kemudian interaksinya, maka marxisme langsung melihat interaksi yang terjadi di lapangan tanpa melihat asumsi dasar manusianya. Marx berasumsi bahwa manusia adalah makhluk yang materialistis yang setiap waktunya disibukkan dengan  aktivitas untuk mengejar materi sebanyak-banyaknya. Hal ini menyebabkan manusia terbagi dalam kelas yang berbeda, yakni kelas borjuis (pemilik modal dan alat produksi) dan kelas proletar (kaum buruh). Dua kelas di atas merupakan aktor utama dalam perspektif ini. Kaum proletar yang hanya beridentitas sebagai buruh hanya mampu bekerja dan bergantung pada kaum borjuis. Dengan memanfaatkan kekayaannya dalam bidang alat produksi, kaum borjuis akan memeras tenaga kaum proletar. Kondisi demikian dianggap Marx akan menimbulkan sebuah eksploitasi kaum borjuis terhadap kaum proletar. Kapitalisme merupakan wujud konkret dan implikasi logis dari adanya perbedaan kelas yang amat kontradiktif ini. 

Marxisme menolak pemikiran liberalisme yang memandang kerjasama sebagai positive sum game –setiap orang mendapat keuntungan lebih dari yang mereka investasikan−. Sebaliknya, marxisme memandang perekonomian sebagai zero sum game –pandangan bahwa keuntungan ekonomi suatu negara merupakan kerugian ekonomi negara lain−, karena sejatinya perekonomian merupakan tempat eksploitasi manusia dan perbedaan kelas. Marxisme juga menempatkan ekonomi sebagai dimensi utama dan politik di barisan kedua. Dengan kata lain, kaum borjuis yang memegang kendali terhadap perekonomian kapitalis akan cenderung mendominasi pula dalam aspek politik. 

Meskipun perekonomian kapitalis yang dikendalikan oleh kaum borjuis bersifat eksploitatif terhadap buruh, Marx tidak melihat perkembangan kapitalisme sebagai peristiwa negatif atau kemunduran (Jackson & Sorensen, 1999:239). Justru, ia menganggap hal ini sebagai progresivitas. Mengapa demikian? Pertama, kapitalisme dianggap dapat mendestruksikan hubungan produksi yang terjadi sebelumnya, semisal feodalisme. Feodalisme merupakan hubungan produksi yang cenderung lebih kejam dan lebih eksploitatif, karena buruh/petani benar-benar ditempatkan sebagai budak. Kedua, kapitalisme membuka jalan bagi kaum proletar untuk melangsungkan revolusi sosial, di mana alat produksi akan dikemudikan oleh kaum proletar demi kesejahteraannya. Marxisme juga menganggap institusi sebagai bagian yang tidak terlalu vital. Bagi kaum ini, keberadaan institusi diperbolehkan selama institusi itu mendukung terciptanya masyarakat tanpa kelas. Jika justru menciptakan kondisi sebaliknya, maka kehadiran institusi tersebut tidak diijinkan.

Lalu, apa perbedaan antara marxisme dan strukturalisme? Strukturalisme merupakan bentuk pengintegralan dari marxisme. Maksudnya, jika marxisme hanya merujuk pada satu wilayah domestik saja, maka strukturalisme merupakan bentuk marxisme yang diaplikasikan dalam dunia internasional. Strukturalisme juga kerap disebut neomarxisme. Strukturalisme ini menempatkan negara kaya sebagai negara borjuis dan negara berkembang sebagai negara proletar. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan karena negara kaya sebagai pemilik faktor produksi akan cenderung mengeksploitasi negar berkembang yang biasanya kaya akan sumber daya alam. Negara berkembang cenderung tidak mampu mengolah kekayaan sumber daya alamnya, hal ini dimanfaatkan oleh negara kaya untuk mengeruk sumber daya alam negara berkembang demi memaksimalkan keuntungan negara kaya. Fakta inilah yang membuat Immanuel Wallerstein yakin bahwa sistem kapitalisme dunia telah melahirkan hubungan antarnegara yang kapitalis eksploitatif. Menurutnya, perekonomian dunia sebagai pembangunan yang tidak seimbang telah melahirkan tatanan internasional yang hierarkis dan struktural, yakni core, semiperiphery, dan periphery. Ketiga struktur ini disebut World System Theory. Dalam World System Theory, core merupakan negara kaya, semiperiphery adalah negara menengah, dan periphery adalah negara miskin (Third World). Negara core bertindak sebagai borjuis dan negara periphery sebagai proletar. Kondisi struktural ini mau tidak mau memaksa negara miskin untuk masuk dan terlibat dalam kapitalisme global yang menyebabkan mereka bergantung pada negara kaya. Bagi negara kaya, hal ini merupakan lahan empuk bagi perluasan kapitalisme mereka. Pemikiran kaum strukturalis atau neomarxis ini juga membantah asumsi liberalisme yang menyatakan bahwa kesejahteraan dapat terjadi atas sifat rasional manusia dan hubungan antarnegara yang kooperatif.

Bagi marxisme dan strukturalisme, perdamaian dan stabilitas internasional dapat dicapai jika eksploitasi di muka bumi berakhir. Revolusi sosial merupakan agenda sekaligus tujuan utama dari marxisme dan strukturalisme. Kaum proletar yang senantiasa diperas demi kepentingan borjuis akan melakukan revolusi besar-besaran untuk menggulingkan status quo. Kaum ini memiliki hasrat untuk membentuk tatanan sosialis internasional (dialektika), di mana semua kelas yang bercokol di masyarakat benar-benar dihapuskan. Namun, Marx tidak memikirkan apa yang terjadi pasca revolusi itu. Yang menjadi pertanyaan, apakah dengan dihapuskannya kelas, masyarakat menjadi stabil? Tidak. Yang akan terjadi justru sebaliknya. Ketidaksiapan kaum proletar memegang tampuh kekuasaan pasca digulingkannya kaum borjuis secara serta-merta akan menggeser dan mengacaukan sistem sosial yang telah ada.

 

Referensi:

  1. Jackson, R., &. Sorensen, G. (1999) Introduction to International Relations, Oxford University Press.
  2. Burchill, Scott, dkk. 2005. “Theories of International Relations”. Palgrave Macmillan: New York

 

 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

the world today

reach me through

Quote!

The Holy Quran

Pengunjung

    274.016